Rabu, 01 Juli 2020

Swab test gimana sih?


Swab Test Menyakitkan?



Guys
Kangen ngga sih sama aku? Heheheh mon maaf ya jarang posting sedang berada dalam zona nyaman soalnya.

Jadi kali ini di awal bulan juli, aku bakalan berbagi informasi tentang ...


Hayo loh tentang apa, ya seperti yang sudah kalian lihat di berbagai media sosial tentang adanya tuan CORONA. Apa sih yang kalian tau tentang dia? Ya dia adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernafasan. Virus ini sangat lah berbahaya dia menyebabkan infeksi pernafasan ringan pada gejalanya namun virus ini bis menyebabkan infeksi pernafasan berat.

Seperti yang bisa kalian lihat dalam kenyataannya banyak sekali orang yang sudah terjangkit virus corona. Kenapa itu terjadi? Karena kurang kesadaran akan bahayanya virus tersebut sehingga orang banyak mengabaikna protokol kesehatan dan pada akhirnya penyebaran semakin cepat dan meluas.

Sasaran virus ini bukan hanya orang yang sudah lanjut usia saja bahkan anak kecilpun bisa terjangkit. Amun ceuk sunda mah teu pandang bulu.

Ok jadi aku mau sedikit berbagi pengalaman tentang Tes Swab, apa sih Swab itu?

Jadi, Swab adalah pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona. Tes ini juga disebut tes PCR (polymerase chain reaction). Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Apa sih bedanya rapid test dan Swab test?
Nah kalian bias berkunjung ke sini :


Atau kalian bias cek di google ya, karena aku tidak ingin mmebahas itu.
Berapa sih biaya untuk test Swab? Guys itu sangat mahal sekali ya menurutku, ya kisaran 1 juta keatas lah. Tapi untungnya puskesamas di daerah aku tinggal Fatmawati  Cilandak Barat mengadakan test Swab gratis untuk para pemudik.

So, jadi aku ini bukan asli jakarta tapi asli kuningan. Jadi setelah di rumah satu bulan lebih akhirnya aku memutuskan kembali padahal dalam hati kecil males banget balik laki ke jakarta. Enakan di kampung, tapi aku ini punya 2 tanggung jawab yang keduanya itu sudah aku sanggupi. Jadi mau tidak mau terpaksa atau tidak aku tetap harus berangkat. Pekerjaan telah menantiku dan kuliah memang sangat setia kepadaku.

Pas dateng ke jakarta, rasanya itu aku menjadi pusat perhatian seolah orang itu ngga mua deket-deket sama aku. Kaya aku tuh orang yang punya penyakit nular gitu. Tapi karena aku menjalani hidup dengan sehat dan tentunya sepanjang di rumah di perjalan aku mengikuti protokol kesehatan yang seharusnya jadi kenapa harus takut.

Dari rumah berangkat jam setengah delapan pagi dan sampai kosan tercinta jam setengah tiga. Cepet kan? Ya jelas orang penumpangnya ajh Cuma lima orang. ( yah curhat kan jadinya)

Stop ya.

Jadi pas dateng aku istirahat sebentar terus mandi, bersih-bersih dan pokoknya serba cepat deh. Langsung aku laporan ke pak RT, deg-degan sih tapi namanya tamu ya harus lapor.

Disana banyak lah pertanyaan, terus isi formulir buat nanti aku cek kesehatan. Tapi udah satu minggu aku disana ngga ada juga dah tuh panggilan buat periksa dan ternyata datanya belum ada. Di telponin mulu pak Rt berasa jadi orang penting kan hahahahah.

Setelah itu langsung ada info dong, pagi banget pas mau berangkat kerja hari senin tgl 15 juni 2020. Aku harus ke RPETRA Intan dong, sebelum jam sembilan pagi harus sudah disana dan itu posisinya aku kerja guys. Tapi, apasih yang ngga bisa di lakukan ketika kita yakin pasti bisa. Jadi aku berangkat kerja lebih awal dan langsung tanjab gas sama abang gojek kesana.

Sampe di sana ngeri guys, liat semua dokter nya pake APD, gugup dan takut jadi satu. Tapi, kenapa harus takut kita ikuti saja alurnya. Sampe sana daftar dulu dan ya nanti ngisi formulir gitu terus nanti nungu nomor urut kita di panggil.

Jujur pas awal sih takut banget, SWAB itu katanya sakit banget. Dan aku sempet nyari info di google tentang test itu. Dan apa katanya? Katanya itu sakit guys di masukin alat ke hidung sama tenggorokan. Udah kaya apaan ajh dah tuh, tapi guys pada kenyataannya. Pengalaman aku ikut test SWAB itu ngga sakit yang kaya diceritain orang-orang.

Guys dari sana aku dapet hadiah juga loh, kipas buat geber-geber kalo nanti gerah hehhehe.

Awalnya aku sedikit tenang, tapi pas aku liat ada test darah juga. Sumpah itu keringet dingin keringet pansa kaya bercampur jadi satu. Kenapa? Ya karena ku pobia darah. Jangankan darah orang lain darah sendiri ajh takut. Jadi kalo ada luka langsung dah tuh nyari orang yang bisa ngilangin tu darah.

Nah, lama banget guys nunggu giliran kalo ngga salah inget ya aku itu nomor urut delapan deh.

Pas dipanggil langsung maju dong, enaknya di urutin gimna ya mmmmm, ok gini ajh deh jadi sebelum ke test yang terakhir itu ada 4 tahapan tapi sebetulnya Cuma 3 tapi ya udah lah ya jabarain ajh dulu. Nah kaya gini:

Timbang berat badan dan di ukur lingkat badan, terus di tensi.


Test gula darah. (hal yang paling mengerikan bagi aku)

Lanjut meja kedua, ditanya seputar kesehatan kita. Dan apa ada keluhan sakit atau kejala-kelaja lainnya. Terus kita tinggal sama siapa dan pokonya berhubungan tentang kita pribadi semuanya.



Terakhir => Test SWAB. Alat yang digunakan itu kaya semacam ketembat ya, tapi dia itu panjang. Ya aku tidak tau apa itu namanya, yang jelas sejenis itu.

Sebelum hidung atau tenggorokan kita dimasukan alat itu kita diberikan beberapa arahan dan tentunya sangat membantu untuk kita yang belum pernah sebelumnya melakukan test yang berhubungan dengan hidung dan temggrokan.

Kalo aku pas yang bagian tenggorokan ngga terlalu sih, langsung beres. Yang hidung aku agak kesedek gimana gitu. Jadi aku minta dokternya tunggu sebentar.

So, ngga sesakit yang diceritakan orang-orang dan justru aku lebih takut pas cek darahnya. Takut pingsan guys.

Nah setelah test aku pulang. Dan aku mendapatkan info tanggal 27 juni 2020 untuk hasil test nya dan alhamdulillah negatif. Semua yang mengikuti test disana mendapatkan hasil negatif semuanya. Semoga kita diberikan kesehatan selalu oleh Allah SWT. Aamiin.

Ya mungkin itu sedikit pengalaman aku tentag SWAB. JANGAN LUPA SELALU IKUTI PROTOKOL KESEHATAN OK ^_^

Jika bukan kita yang menjaga siapa lagi. Dari kita dan untuk kita.

4 komentar:

  1. Tes swab itu sakit gak ya
    Banyak yang bilang sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalo menurut aku pribadi sih ngga, tapi sebagai gambaran pas waktu di masukin alat nya itu kalo ke tenggorokan itu kaya kuta maksa masukin jari ke tenggorokan biar kita muntah gitu. kalo pas ke hidung kaya kita kesedek lagi minum. jadi ada perih" dikit lah hehehe

      Hapus
  2. Wah lumayan menegangkan juga ya de

    BalasHapus

LUKAKU

Andai saja aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin terlahir ke dunia ini. menjadi anak pertama sekaligus kaka dari kedua adikku adalah hal y...