To : You
From : Me
Aku selalu berusaha ingin menghilangkan semua rasa ini, namun pada akhirnya
aku akan kembali dengan pilihaku.
Mungkin kelak, aku akan menemukan goresan ini kembali jika aku telah
menemukan semua kebahagian yang sesungguhnya.
Aku sangat bahagia bisa mencintaimu sampai saat ini, jika saja aku tau
caranya agar aku bisa melupakan semua tentang rasa ini aku ingin melakukan itu.
Aku ingin rasa ini hilang, aku juga ingin membuka hati untuk laki-laki
lain. Tapi, aku tidak bisa menemukan laki-laki yang bisa memahamiku seperti
kamu memahamiku.
Mengenal laki-laki yang memang sayang dan cinta terhadapku adalah hal yang
sedang aku lakukan, aku belajar mengenal laki-laki lain dengan harapan dia bisa
menjadi bagian dari keluargaku nantinya.
Aku mencari laki-laki yang akan menjadikanku istrinya di kemudian hari,
bukan laki-laki yang hanya mempermainkan perasaanku saja.
Andai aku bisa mengulang waktu, aku tidak ingin ingat tentang rasa cintaku
padamu sedikitpun. Aku ingin melupakan semua itu.
Aku ingin kita hanya saling mengenal saja, aku tau jika semua ini adalah
salahku yang terlalu terobsesi untuk mencintaimu setiap harinya.
Padahal sebuah penolakan telah aku terima saat itu, rasa sakit telah aku
rasakan untuk kesekian kalinya. Mencintai tanpa di cintai adalah hal yang
paling bodoh yang aku lakukan saat ini.
Tapi, aku hanya ingin kau tau jika aku masih sangat mencintaimu sampai saat
ini. Dengan sadar aku ingin kamu tau jika aku pernah mecintaimu sampai detik
ini.
Aku tau jarak dan waktu telah memisahkan kita, aku tau aku mungkin tidak
akan ada kesempatan untuk menjadi bagian dari keluargamu, aku tau aku bukanlah
kriteria yang pas untukmu, aku tau jika aku tidak cukup cantik untuk bersanding
denganmu.
Terimakasih telah membiarkan aku untuk tetap mencintaimu sampai saat ini,
terimakasih engkau telah memberikan waktu luangmu untukku.
Terimakasih atas apa yang telah kamu berikan selama ini, mungkin aku yang
salah mengira.
Kamu hanya ingin memberiku sebuah perhatian sebagaimana mestinya seorang
sahabat, namun aku menyalah artikan semua itu sejak awal.
Iya kamu benar, jika kita berjodoh Allah pasti akan permudah jalannya.
Namun jika tidak pastinya Allah sudah siapkan yang terbaik untuk kita nantinya.
“Seberapa dekat aku dengan
laki-laki lain dalam benakku selalu terbesit namamu.”
Aku tau ini salah, tapi aku sudah mencoba melupakan rasa ini namun pada
akhirnya aku tetap tidak bisa.
Semoga surat ini akan sampai padamu di waktu yang tepat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar