AGAR
KAU BAHAGIA
Sebuah cerita di senja
pagi, ada kalanya kita sebagai seorang manusia harus bersyukur dengan apa yang
telah tuhan berikan kepada kita, banyak sekali nikmat yang telah Dia berikan
kepada kita tapi kadang kita lupa bersyukur. Di tengah indahnya pemandangan
dipagi hari terlihat seorang gadis cantik berjilbab pink sedang duduk termenung
di sisi danau yang sangat indah, pancaran mentari pagi begitu indah bersamaan
dengan paras wanita itu yang begitu cantik dan anggun. Setiap pagi di hari
minggu dia selalu termenung seorang diri
disana, ntah apa yang sedang dia pikirkan karena dia sellau terlihat begitu
termenung. Gadis cantik itu bernama widia, dia adalah seorang anak yang berasal
dari keluarga yang tidak sempurna kedua orangtua nya sudah lama bercerai sejak
widia berusia 5 tahun, widi dibesarkan oleh neneknya. Widia belum pernah betemu
dengan kedua orangtunya sejak saat itu, sekarang widia berusia 27 tahun sudah
waktunya dia untuk menikah dan mungkin itu juga yang dipikirkan neneknya,
karena neneknya sangat khawatir jika cucunya tidak menikah di usianya yang
sudah hampir berkepala tiga itu, beberapa saranpun selalu neneknya berikan tapi
widia hanya ingin menjalankan kehidupan sendirinya, dia ingin membahagiakan
dirinya dulu dan neneknya.
Widia melenjutkan kuliah
S2 nya tanpa keraguan sedikitpun, dia tak merasa takut dengan usianya yang
sudah tidak muda lagi, dia ingin neneknya bangga melihat hasil semua
prestasinya. Widia berkuliah di salah satu univeristas negri di yogyakarta, dia
meninggalkan neneknya untuk sementara waktu. Widia tahu dia akan berhasil dan
tidak akan mengecewakan semua orang yang dia sayang. Di yogya widia tinggal
bersama teman masa dia sekolah SMA dulu, dia bernama shinta. Mereka sudah
bersahabat sejak lama dan widia sangat kenal shinta begitupun sebaliknya mereka
adalah sahabat yang sangat akrab mungkin bisa dikatakan lebih seperti saudara
dan keluarga. Mereka berkuliah di universitas yang sama karena itu adalah janji
mereka kala sekolah dulu, mereka akan melanjutkan kuliah S2 secara bersamaan
dan di universitas yang sama.
Mereka berdua selalu
melakukan semua hal bersama, termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka
untuk di tempat kos. Samapai semua orang mengira mereka kembar, karena
kebanyakan orang yang sellau terlihat bersama setiap harinya akan terlihat
sedikit sama atau kembar, padahal sangat berbeda, widia mempunyai tubuh tinggi
dan berisi sedangkan shinta hanya tinggi dan tidak berisi alias kurus. Jika
salah satu mereka sakit maka keduanya tidak akan terlihat karena mereka akan
bersama dan saling menjaga satu sama lain.
Sebuah kisahpun dimulai
dari sini, saat mengikuti perlombaan melukis widia bertemu seseorang yang
begitu tampan dan rupawan, saat melihat wajahnya terasa nyaman dan begitu
mempesona. Postur tubuh yang begitu
ideal dan wajah yang tampan itu mungkin harapan gadis-gadis kala itu, widia
tidak menyapa dia dia hanya tersenyum kepadanya kala itu karena mereka
bersebalahan ketika lomba. Dan saat pulang widia menceritakan semua yang dia
alami di tempat lomba tersebut. Shinta sangat bahagia mendengarnya karena baru
kali ini sahabatnya itu bercerita seorang laki-laki dan membuat dia terpesona.
Pertemuan kedua dengan
laki-laki itupun terjadi, mereka sama-sama menadapatkan juara melukis, widia menjai
juara pertama dan laki-laki itu juara kedua, mereka berdampingan dan semua
orang bersorak sorai, kalian bisa membayangkan wanita cantik dan laki-laki
tampan berada dipanggung yang sama. Dan kala itu shinta mengantar widia karena
shinta tau sahabatnya akan memenangkan perlombaan melukis itu. Sebelum acara di
mulai shinta mengangkat telpon dari seseorang dan bergegas mencari tempat sunyi
karena tempat itu sangat ramai sekali dan samapai acara selesai widia tidak
melihat sahabatnya itu, dan terpaksa dia mengirim pesan kepada sahabatnya itu.
“shinta, kamu dimana?”
“ ya ampun cintaku, maaf ya aku ada jadwal ujian. Tadi aku buru-buru jadi
ngga sempet liat kamu, maaf ya wid, ananti aku traktir makan ok! Jangan marah”
“baiklah, aku tunggu di rumah ya.”
“ok bentar lagi kelar ko ini”
Widia pulang lebih awal dengan mood yang kurang bagus, karena dia tidak
bisa berfoto dengan sahabatnya di acara itu, saat widia sedang menunggu
angkutan umum dia di kejutkan dengan suara orang yang memanggil dia.
“ widia!”
Spontan widia berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya, tapi dia hanya
terdiam. Lalu orang itu menghampiri widia dan mengajak widia untuk berfoto. Wow
kalian bisa bayangkan ada laki-laki yang mengajak foro bersama.
“ eh widia, kenalin nama gue rio.” Sembari mengulurkan tanganya.
“ eh iya kenalin, namaku widia.” Sembari menjabat tangan rio.
Mereka berfoto bersama dan setelah selesai rio mengajak widia untuk makan
bersama namun widia menolak karena dia ada janji dengan sahabatnya untuk makan
bersama.
“ wid, gua anter lo pulang mau ngga ?”
“ ngga usah, saya bisa sendiri!”
“ oh gth ok deh lain waktu semoga kita bisa ketemu lagi ya!” berjalan
menjauh dari widia sembari tersenyum.
Setelah pertemuan kedua itu mungkin mereka tak ditakdirkan untuk bertemu
lagi, semua berjalan seperti biasanya. Namun karena widia dan shinta mengambil
jurusan yang berbeda jadi mereka jarang keluar bersama-sama lagi karena widia
lebih sibuk. Kadang mereka hanya berjumpa kala malam hari sajah. Jadi mereka
jarang manghabiskan waktu bersama, pagi-pagi sekali kadag widia terburu-buru
dan kadang shinta yang terburu-buru, jadi jarang berbicara banyak. Dan ini
waktu yang ditunggu-tunggu oleh mereka yaitu libur kuliah. Mereka sudah
merencanakan kemana mereka akan berlibur, seperti orang-orang pada umumnya
mereka sudah merencanakan liburan mereka. Mereka akan berlibur ke bali, mereka
sudah menabung sejak lama jadi mereka akan bersenang-senang dan menikmati hasil
tabungan mereka.
Saat perjalanan menuju
bali shinta banyak sekali bercerita dan betapa terkejutnya widia melihat foto
sahabatnya bersama laki-laki yang pernah dia ceritakan dulu. Widia bersikap
seolah dia tak tahu laki-laki itu dan bertanya kepada shinta siapa nama dia,
dan ya nama dia rio nama itu sama seperti orang yang widia kenal.
“ wid, kamu tau ngga dia sering ke kelas aku tau, aku seneng banget. Pas
foto ini itu karena pas waktu itu aku nolong dia bawa alat-alat dia buat lukis,
sumpah gue seneng banget wid.” Semabari senyum-senyum kegirangan.
“ wow keren dong, shin ko dia ngelukis di kelas kamu sih emang kenapa?”
“ jadi gini, dia itu ikut club gitunah nah kebetulan mereka ada tugas kitu
dari seniornya, tugas nya itu bikin lukisan kegiatan kampus ya dia ngambil
kelas gue, karena dosen yang ngajar di kelas gue kakanya dia. Jadi dia bebas dong,
ngga perlu ijin yang ribet. Karena kata dia kalo kegitana luar kayanya terlalu
biasa ajh jadi dia pengen ngambil tema kelas gth, gua ngga ngerti banget juga
sih ehheheh”
“ oh gth, dia udah lama kenal sama kamu shin?”
“ ngga lama sih Cuma ya kita sering ketemu ajah, kadang nongkrong bareng.”
“ berdua?!” dengan nada berbeda
“ lah ko lo jadi kepo banget sih wid.?”
“ eh ngga, maksudnya kamu sama dia nongkrong berdua?” dengan nada lebih
biasa sajah.
“ ya ngga lah dia bareng anak clubnya dan gua bareng temen kelas gua. Udah
ah bentar lagi kita take off.”
Awalnya widia ingin bercerita tentang laki-laki yang dia temui saat itu,
tapi widia mengurungkan niatnya. Perjalanan widia dan shinta berjalan dengan
baik. Mereka di bali melakukan hal yang mereka suka dan mereka betul-betul
menghabiskan waktu bersama. Saat mereka asyik bermain di pantai tiba-tiba ada
bunyi telpon berdering, namun karena posisinya shinta sedang bermain dengan
ombak-ombak canatik jadi widia memutuskan mengangkat telponnya itu. Saat dia
melihat nama kontak itu “my love” spontan widia senyum-senyum karena dia belum
tahu kalo sahabatnya itu sudah memiliki teman hati. Dan segera widia angkat
telpon itu.
“ hallo, assalamu’alaikum.”
“ waalaikumsalam, eh ini siapa ya? Ko suaranya beda kayanya bukan shinta.”
“ iya mas, saya temannya. Shinta sedang bermanja dengan omak pantai.”
“ oh gth. Boleh minta paggilin ngga?”
“ boleh mas, tunggu sebentar ya.”
Karena bateri hp shinta sudah low jadi hpnya mati.
“ shinta, tadi ada telpon masuk dari my love mu tuh”
“ yah, kamu ko gitu sama aku.”
“ apa hayo? Mau nutupin? Coba sini cerita siapa sih yang jadi pujaan hati
kamu ini.”
“ nanti deh aku ceritanya lagian aku ngga jadian kali. Kita temenan ajh”
“ kalo Cuma temenan kenapa kontaknya my love, heran deh aku sama kamu
shin.” Sambil senyum menggoda agar dia menceritakan kedekatannya dengan
laki-laki itu.
“ ya udah iya, nani aku ceritain deh.”
Mereka berjalan menuju penginapan dan samapai disana shinta menceritakan
kedekannya dengan rio. Ternyata hubungan mereka sudah di tahap
pacaran, dan widia semakin merasa tak enak hati jika dia harus menceritakan
soal pertemuan dia dengan rio kala itu.
Liburan di bali hanya 1 minggu dan sisianya mereka berdua
pulang ke rumah masing-masing dan
selama liburan mereka jarang sekali bertukar kabar. Karena mereka sibuk dengan
urusan mereka masing-masing dan menghabiskan waktu libur bersama keluarga
tercinta.
Tanpa terasa waktu libur telah usai dan ya, mereka kembali ke perantauan
karena mereka sama-sama tinggal di jakarta jadi mereka memesan tiket kereta
bersama menuju yogya. Sepanjang jalan shinta bercerita tentang laki-laki itu,
dan shinta berniat mempertemukan sahabatnya dengan kekasihnya itu namun
sayangnya widia menolak untuk bertemu, lalu shintapun memohon agar dia mau
menemui kekasihnya. Pada akhirnya sahabatnya itu kalah namun dengan satu
syarat, widia akan memakai niqab setelah dia samapai yogya nanti dan ketika
bertemu dengan rio dia ingin menenakan niqab dia tidak ingin memperlihatkan
wajahnya kepada siapapun lagi. Lalu shinta bertanya kepada widia apa dia serius
dengan semua itu, dan dengan nada biscara yangs angat serius dia mengatakan
iya. Setelah sampai disana widia segera menuju sebuah mesjid yang biasa dia
singgahi dan di sana dia menemui seorang ustadzah dan dia memintanya untuk
memasangkan niqab kepadanya. Dan di depan banyak jemaah perempuan widia di
pasangkan niqab dengan uraian air mata yang mengakir yang tiada hentinya
membuat semua orang yang ada disana ikut menangis, karena mereka belum bisa
seperti widia.
“ wid.? Kamu gak apa-apa kan ?” tanya shinta saat sampai di kosan mereka.
“ aku gak apa-apa, aku memang berniat mengenakan niqab sejak lama. Tapi aku
baru berani saat ini, tak pernah ada kata terlambat bukan?”
“ iya sih, Cuma kan kamu bilang kamu mau nemui pacar aku dengan syarat kamu
memakai niqab wid, why?”
“ aku ngga apa-apa aku hanya bergurau shin, maafkan aku ya.” Sembari
memeluk sahabatnya itu.
Waktu terus berjalan dan sampai akhirnya mereka lulus dan wisuda. Shinta
tentu sajah ditemani oleh kedua orangtuanya lengkap dengan kekasihnya. Dan
widia hanya di temani oleh neneknya, nenknya sangat bangga melihat keberhasilan
cucu semata wayangnya itu. Menajadi lulusan terbaik dan aktivis terbaik
organisasi kampus. Disanalah pertemuan kertiga dengan rio dia tak bersalaman
dengan rio di hanya mengangguk sajah, dan karena widia mengenakan niqab rio tak
mengenalinya, dan saat berkenalan pun rio sepertinya sedang menerka-nerka suara
dibalik niqab itu dan mungkin bagi dia suara itu tak asing. Pertemuan mereka
sangat singkat, lalu mereka berpisah karena widia akan langsung menuju jakarta
karena dia sudah mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah kantor ternama di
jakarta.
“ wid, nenek boleh bertanya?”
“ boleh nek apa?”
“ kamu sayang sama nenek?”
“ tentu sajah, cinta widia ke nenek melebihi segalanya yang ada di dunia.
Ko nenek nanya gitu?”
“ mmmm nenek hanya ingin kamu segera menikah, nenek sudah tidak muda lagi
kapan sajah tuhan bisa mengambil nenek.”
“ nek, jangan bilang kaya gitu, nanti widia akan segera menikah setelahwidia
menabung untuk biaya pernikahan ku ok. Nenek percayakan sama widia?”
“ iya, enenk percaya tapi ingat jangan terlalu lama!”
“ iya siap bos.” Sambil bermanja dipangkuan neneknya.
Perjalanan menuju jakarta tentu sajah tidak selancar naik kereta, mereka
menyewasebuah mobil karena barang yang di bawa sangatlah banyak. Widia dan
neneknya menikmati perjalanan yang begitu melelahkan karena sangat macet.
Sesampainya di jakarta widia langsung membereskan baran-barangnya dan
memesan makanan ke tempat tinggalnya karena dia tahu neneknya pasti sangat
kelelahan dan pastinya sangat lapar. Selang beberapa menit makananpun sampai.
“ permisi.!”
“ silahkan masuk mas, mas sudah makan belum?” tanya widia ke abang grabnya.
“ kebetulan belum mba.” Sembari senyum-senyum.
“ bagus deh kalo belum, ayo mas makan bareng sama kami.” Sembari
mempersilahkan dia masuk.
“ iya mba.”
“ lagian saya pesan makanan terlalu banyak daripada dibuang kan sayang, dan
kebetulan mas juga belum makan.
Saat mereka makan bersama widia melihat laki-laki itu dengan seksama
sepertinya dia belum makan sedari pagi. Dan setelah mereka bertiga laki-laki
itu berpamiatan.
“ mba widia saya izin pamit ya, oh iya mba nama saya oky.”
“ eh ko buru-buru banget sih?” tanya nenek kepadanya.
“ soalnya saya harus bekerja.”
“ oh gitu ya udah mas, makasih ya mas.”
“ yang ada saya yang berterimakasih mba. Saya tidak akan pernah lupa dengan
semua kebaikan mba saat ini. Semoga Allah ganti dengan yang lebih ya mba.”
“ iya mas aamiin.”
“ permisi mba, permisi bu.”
Selesai itu widia dan neneknya masuk kamar utuk beristirahat karena besok
harus kembali beraktivitas. Kalian tidak akan percaya jika sosok widia sangat
manja terhadap neneknya walaupun ada 2 kamar di rumahnya widi akan tetap tidur
di kamar neneknya, karena widia selalu merasa aman ketika dia ada di dkat
neneknya.
3 bulan berlalu, widia sudah menempati tempat sekertaris pribadi
manajernya. Walaupun usianya sudah tidak muda lagi tapi dia sngat pindai dan
cekatan maka tak heran manajernya sangat suka kepadanya di tambah penampilannya
yang sopan. So buat kalian yang berniqab jangan takut untuk memulai, jangan
kalian pesisimis dengan pakaian yang kalian kenakan, kalian harus percaya diri
dan kalian harus menyukai penampilan kalian maka orang lainpun akan
menyukainya. Allah telah menyedikan rizki untuk kita bagaimna caranya kita
untuk menjemput rizki itu, tentunya harus menempuh jalan yang halal dan yang
Allah ridhoi. Tunjukan pada dunia bahwa kita juga bisa. Saat karir widia sedang
naik pesat tiba-tiba ada suatu hal yang membuat dia sangat terkejut. Ya tentu
sajah undangan pernikahan anatara shinta dan rio, disisi lain widia snagat
sakit hati tapi disisi lain widia tidak ingin merusak kebahagian sahabatnya
itu. Mereka akan mengadakan acara pernikahan di minggu yang akan mendatang di jakarta.
Widia sangat tidak yakin untuk datang kecara pernikahan sahabatnya itu, tapi
tiba-tiba ketika dia sedang melamun telponya berdering.
“ hallo selamat siang ada yang bisa saya bantu?”
“ bisa bicara dengan ibu widia?”
“ iya saya sendiri, dari siapa ya ?”
“ saya rio, saya ingin.............”
Sebelum laki-laki itu melanjutkan widia langsung menutup telponnya, widia
sangat terkejut dengan suara itu. Widia tak ingin merusak hari bahagia
sahabatnya itu.
Sesampainya pada hari yang di tunggu-tunggu haru pernikahan sahabatnya
shinta, widia masih merasa takut dan
gelisah takut sesuatu terjadi menimpanya.
“ wid, kamu kenapa?” tanya neneknya.
“ nek aku takut merusak hari bahagia sahabatku.” Sembari memeluk neneknya.
“ lah, ko takut justru kalo kamu ngga dateng itu membuat temanmu itu sakit
hati. ya udah sini-sini nenek bantu kamu siap-siap nenek antar kamu kesana.”
“ nek tapi aku takut.”
“ sudah tak apa ada nenek.”
Setidaknya widia masih mempunya sosok nenek yang mampu menenangkan hatinya.
Saat widia dan neneknya mereka di sambut banyak orang, mereka melihat widia
dengan tatapan bahagia. Widia sangat merasa aneh kala itu, dan berpikir mungkin
ini hanya sebuah sapaan, saat memasuki ruangan gedung widia tidak melihat
adanya pelaminan, betapa sangat terkejut widia melihat shinta sahabatnya hanya
mengenakan baju brukat biasa sajah.
“ shin, aku ngga salah hari kan?”
“ ngga ko kamu tepat sekali dan sangat tepat.”
“ tapi aku tidak melihat pelaminan kamu shin.,”
“ tentu sajah tidak ada karena ini adalah acara kamu.” Sembari tersenyum
kegirangan lalu menarik widia ke tempat make up.
“ shin! Aku serius ini acara siapa ?”
“ ya acara kamu widia.”
“ tapi undangan itu?”
“ heheheh maafin aku ya. Sebenarnya aku dan rio itu ngga deket sama sekali,
aku sama dia Cuma temenan doang. Dia itu nelpon aku nanyain kamu. Maaf juga aku berbohong soal pernikahan aku dengan
dia, itu hanya rekaan semata. Wid, gue tau lo cintakan sama dia, gue tau
semuanya setelah gue liat foto lo sama dia di meja tempat rio ngelukis. Awalnya
gue mau lanjutin rasa gue ke dia tapi gue ngga nemu bahagia sama dia. Gue ya
Cuma temenan doang sama dia, oh iya kalo soal yang foto berdua itu benaran ya
wid, terus yang di bali gua minta maaf
banget wid. Gua senagaja pengen liat reaksi lo. Dan ternyata lo diem, lo
kaya berubah 360 derajat kaya lo itu bukan sahabat gua. Dengerin ya, gua lakuin
semua ini supaya lo bahagia, wid gua ngga bisa ngasih apa-apa ke lo, gua Cuma
bantu rio buat deket sama lo tapi lo kayanya cuek banget sama dia. Why?”
“ karena aku lebih sayang sama kamu shin, aku ngga mau karena cinta aku ke
rio aku kehilangan sahabat terbaik aku.” Sembari menitika air mata.
“ iss udah lah ngga usah nangis make upnya luntur nanti.”
“ shin tapi nenekku?”
“ dia udah tau jauh sebelumnya, gua udah ketemuin rio sama nenek lo.”
“ kapan?”
“ saat lo pergi ke luar kota seminggu.”
“ shin, tapi perasaan kamu gimana sama rio.?”
“ ya ampun, ni anak masih ajah di bahas. Gua sama dia itu ngga ada hubugan
apa-apa. Dan pas di hari wisuda juga itu Cuma rekayasa doang, oh ya ekting rio
bagus banget kan pas itu?”
“ what? Ekting.”
“ iya dia kan pura-pura kaya menerka-nerka kamu” semabari senyum-senyum.
“ oh iya aku masih inget ko itu.”
“ wid, tadinya gua mau ngasih tau lo itu pas kelulusan tapi sayangnya rio
belum siap, kata dia harus nabung dulu baut langsung lamar lo,yaudah di
perpanjang deh.”
“ terus yang malem-malem kamu telponan?”
“ oh itu tuh bukan telpon tapi alarm terus gua pura-pura deh lagi telponan
sama rio padahal ngga sama sekali. Gua nunggu lo cerita tentang rio tapi sumpah
lo kuat banget wid. Gua pengen lo bahagia kali ini. Ok.”
“ tapi kamu shin? Apa kamu juga bahagia?”
“ iya gue udah bahagia banget wid.” Sembari mengenakan mahkota kepada
widia.
“ shin, makasih banyak ya semuanya. Sumpah aku seneng banget.”
“ asalkan lo bahagia gua ikut bahagia.”
Kisah cinta yang rumit memang tapi itulah kisahnya, widia sangat pandai
menyimpan rasa dan sangat tenang, ketika dia marah dia akan lebih banyak diam
daripada berbicara. Dan shinta sangat bersemangat dan agresif jadi mereka
sangat cocok, sejak awal widia sudah jatuh hati kepada rio tapi widia lebih
memilih diam karena saat itu sahabatnya sedang dekat dengan laki-laki itu tidak
mungkin dia merusakanya. Dan pada akhirnya semua terungkap dan semua itu hanya
rekayasa semata.
Widia dan rio menikah sebukan setelah acara lamaran itu, mereka hidup
bahagia dan 2 tahun setelah mereka menikah mereka dikaruniai 2 anak sekaligus
alis kembar.
Shinta juga menikah tidak lama setelah widia, dia menikah dengan anak
seorang pengsuaha di jakarta. Dan merekapun dikaruniai satu orang anak.
Tidak ada salahnya kita
mengabaikan perasaan kita, tapi kita harus ingat bukan orang lain saja yang
perlu kita bahagiaan tapi dirikita sendripun harus dibahagiakan. Namun
kebahagian orang yang paling kita sayangi akan membuat kita ikut serta dalam
kebahagiaan itu.
Itulah indahnya sahabat, terkadang tidak semuanya harus diungkapkan. Tapi
buktikan dengan sebuah tindakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar