Part 01
Cintaku Terhalang Nilai IPK
Cinta sangat pamiliar di berbagai kalangan termasuk
anak-anak. Tak jarang banyak anak kecil yang sudah mengenal yang namanya cinta,
membuat history di facebook, instagram atau media sosial lainnya yang mereka
miliki sudah menjadi hal biasa. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin menyeluruh
membuat semuanya terlihat mudah dan instan. Tapi tidak akan ada yang instan
untuk sebuah kesuksesan, jangankan kesuksesan yang katanya mie instan ajh
faktanya harus di masak terlebih dahulu.Semua selalu ada proses dan jalannya masing-masing, perjalan hidup seseorang tidak akan sama dengan perjalanan yang lainnya. Semua proses tidak akan pernah membohongi hasilnya, dan tentunya
jangan sampai kita lupa terus berdoa agar hasil yang kita inginkan tercapai dengan sangat maksimal dan sesuai dengan harapan.
Dan itu yang sedang di lakukan oleh seorang mahasiswa
tingkat akhir, dia sedang berusaha untuk mendaparkan nilai IPK yang bagus
karena ada yang sedang ia perjuangkan. Awalnya dia tidak begitu peduli dengan
sebuah nilai yang terpenting tidak ada mata kuliah yang harus dia ulang dan
selalu lulus dalam semua matkulnya. Namun saat iya masuk semester 3 dia
mengalami sedikit masalah karena keluarga pacarnya tidak merestui hubungan
mereka awalnya ia menganggap itu sepele apa sih Cuma nilai kenapa harus jadi
penghalang, namun seiring berjalannya waktu hubungan mereka benar-benar di
penghujung akhir karena kedua orang tua pacarnya sangat memandang penting
pendidikan dan tettunya nilai yang bagus.
Mei dan adam sudah berpacaran dari awal masuk perkuliahan
, selilsih umur mereka hanya 4 tahun jadi ya tidak terlalu jauh bukan? ya
mereka sama-sama sudah bekerja. Mereka memang berbeda kelas tapi mereka selalu
menyempatkan untuk saling bertemu. Mei memang berasal dari keluarga yang biasa
saja tapi menjunjung tinggi penididkan sedangkan adam ya kalian sudah bisa
mengira-ngira, adam berasal dari keluarga yang bisa dibilang berada, segala keperluan
adam selama kuliah selalu terpenuhi. Ia sengaja tidak langsung kuliah karena ia
tidak ingin belajar namun karena sebuah tuntutan dari sang ayah dia memutuskan
untuk kuliah. Tidak seperti temanya adam yang lain mereka langsung melanjutkan
sedangkan adam hanya ingin bermain-main. Sesekali adam membantu ayahnya ketika
bekerja namun ia tidak ingin bekerja di perusaahan ayahnya alasannya karena
canggung. Lalu adam memasukan beberapa lamaran pekerjaan keberbagai perusahaan
dan akhirnya ia mendapatkan sebuah perkerjaan di sebuah pt di karawang.
Adam adalah tipe orang yang selalu berkerja keras,
walaupun segala yang ia butuhkan akan terpenuhi tapi dia mempunyai sedikit sisi
baik yaitu berusaha. Seperti hal nya hubungan adam dengan mei, adam sedikit
bingung dengan alsan kedua orangtua mei yang menanyakan nilai hasil studinya saat adam
bersilaturahmi kerumah mei. Dari sana orangtua mei melarang adam untuk
berpacaran dengan mei anaknya karena mereka tidak ingin mempunyai keturunan yang tidak suka belajar dan tidak
sungguh-sungguh dalam belajar.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membicarakan
masalah tersebut dan mereka bertemu disebuah cafe dekat kampus. Mereka sering
meghabiskan waktu di cafe itu dan selalu memesan tempat duduk no.3
sampai-sampai pemilik cafe itu sangat kenal dengan mereka, jika ada yang mengisi
tempat itu mereka sellau menunggu orang itu pergi lalu duduk di sana. Jadi kalo
mereka mau kesana selalu menghubungi pemilik cafe untuk mengosongkan meja no.3
itu.Mereka mulai membicarakan permasalan yang ada saat itu dan mei memulai
percakapan walaupun sedikit canggung karena sejak kejadian dirumahnya mereka
jarang bertemu satu sama lain.
“ dam, kamu masih marah ya?”
“ apaan sih, ngga lah. Ngapain gua marah, lagian nih orangtua lo mana mau
nerima gua yang bodoh kaya gini.”
“ tapi dam, maksuda orang tua aku tuh bukan kaya gitu.”
“ ya terus apa dong?”
“ mau pesen apa mas?” tanya seorang pelayan.
“ seperti biasa ajh! Tapi ada tambahan kue yang manis ya.”
“ baik mas, mohon ditunggu.”
“ jadi gimana maksud kedua orang tua kamu mei?”
“ mereka itu pengennya kita fokus aja dulu kuliah, jangan pacaran.”
“ tapi kenapa baru sekarang mereka bilang?”
“ iya kerana aku baru bawa kamu pas waktu itu doang ke rumah, dan emang aku
ngga pernah kenalin kamu ke orang tua aku dam.”
“ jadi selama kita pacaran orang tua kamu ngga tau?”
“ iya dam, maafin aku ya. Aku tau aku salah harusnya aku bilang ini ke
orangtua aku lebih awal. Tapi jujur dam, aku takut banget buat bilang. Mereka
pasti marahin aku.”
“ ih ngapa kamu jadi cemberut gitu?”
“ ya abisnya aku bingung harus gimana. Dam, keluarga aku emang selalu
mempermasalahkan nilai hasil belajar dari aku kecil aku selalu di tuntut buat
menjadi bintang di kelas ataupun di luar kelas. Aku selalu menghabisakan
waktuku buat belajar, sebetulnya waktu aku lulus sekolah aku dapat beasiswa di
bandung tapi orangtua ngga ngasih izin jadi aku memutusakn buat nga kuliah
dulu. Aku kabur dari rumah buat nenangin diri aku, aku pergi ke rumah nenek aku
disana aku banyak mengambil pelajaran. Banyak banget malah, disana nenek aku
bilang kalo aku ngga belajar gimna generasi selanjutnya mereka akan
bermalas-malasan atau tekun belajar. Dan nenek juga bilang kalo mamahku sama
ayahku itu hanya ingin anaknya terus belajar bukan mengekang untuk mendapatkan
nilai terbaik, tapi kalo kita belajar dengan giat dan baik pasti hasilnyapun
akan bagus. Dari sana aku mulai berpikir untuk melanjutkan kuliah tapi
perekonomian keluarga lagi ngga stabil jadi aku memutuskan kerja dan aku kerja
2 tahun lalu aku kuliah.”
“ kamu kan bisa pake beasiswa kamu!”
“ pada saat itu aku ngga mau pake itu, dan lagi bingung banget. Kamu inget
ngga pas kamu pertama ketemu sama aku di parkiran?”
“ hmmm inget kamu kayanya pengen bilang tolong aku gitu.”
“ ya karena aku bingung saat itu banyak pekerja yang kena Phk, padahal
posisinya aku baru masuk kuliah. Jadi aku mulai panik sendiri tapi untungnya
aku ngga kena phk karena absenku bagus ngga pernah bolong.”
“ terus intinya?”
“ masa kamu ngga paham dam.”
“ iya iya, jadi intinya orangtua kamu ngga ngasih restu hungungan kita
karena aku ngga giat belajar gitu?”
“ ya mungkin kurang lebih seperti itu.”
“ terus kalo aku ngga ada kemajuan? Kita putus?”
“ loh ko kamu malah kaya gitu.”
“ ya terus gimana?”
“ emang kamu ngga mau pertahanin hubungan kita?”
Seorang pelayan datang menghampiri sembari membawa pesanan mereka.
“ silahkan pesananya mas, mba!”
“ baik terimaksih ya.” Jawab mei
“ ya mau! Tapi gimana?”
“ ya kamu belajarlah dam! Buktiin kalo kamu itu bisa! Masa aku doang yang
berjuang.”
“ ya bukan gitu mei, ya sekarang gini. Aku udah belajar nih giat tapi
hasilnya kurang bagus juga. Aku bisa apa mei?”
“ ko kamu kaya ngga yakin gitu?”
“ mei! Aku ini manusia.”
“ ya terus ? aku bukan manusia? Aku juga manusia dam, sekarang gini aja deh
kalo kamu bener-bener pengen sama aku kamu berjuang kamu berusaha buat ngasih
nilai ipk yang bagus jangan ada nilai B- semua harus A.”
“ gila kamu mei, mana bisa.”
“ ya kamu usaha dong! Gimana,mau ngga ?”
“ ok deh! Kita sepakat ya tapi kamu yang harus bantu aku belajar!”
“ ok bisa aja, jadi mau mulai kapan?”
“ sekarang juga boleh.”
“ ok materi apa yang ngga kamu ngerti kamu boleh tanya aku.”
Mereka berbincang cukup lama, sampai-sampai mereka memesan banyak seklai
makanan. Mungkin karena sambil belajar mereka lupa waktu.
“ mei, jam berapa?” sembari menulis catatan.
“ ya mapun dam, udah mau jam 10 malem.” Dengan muka cemas.
“ serius mei? Perasaan kita jam 7 deh ke sini udah jam 10 aja.”
“ dam, aku tajut di omelin sama mamah nanti pulang.”
“ ya udah gua anterin.”
“ nanti malah nambah diomelin lagi aduh gimana dong.”
“ udah mei, ngga usah khawatir nanti gua yang jelasin.”
“ tapi takut.”
“ ngapain takut kita disini ngga ngapa-ngapain mei. Kita belajar.”
“ iya sih, tapi tetep aja dam. Ini jam berapa anak perempuan belum pulang.”
“ tenang mei.”
Mereka berdua akhirnya memutuskan pulang, dan tak lupa mereka membayar
pesanannya dari sejak datang hingga pulang.
“ dam, baru kali iniya kita makan habis seratus ribu lebih.”
“ hahahaha kirain kenapa, ya ngga apa-apa kali mei. Asal jangan keseringan
nanti gua tekor.”
“ ya ngga lag, lagian yang pesenannya banyak kan kamu yey.”
“ eh enak ajh kamu kali mei yang banyak. Kamu kan cewe.”
“ ih apaan sih emang ngaruh kalo aku cewe pesenannya banyak.”
“ coba aja kamu list tadi kamu pesen apa aja.” Sembari senyum-senyum.
“ udah ah, buruan nanti makin di omelin kalo telat.”
Sepanjang jalan mereka bercanda tawa, ya bisa di bilang ini adalah kali
pertama mereka pulang terllau malam jadi jalananpun sudah sepi. Sampai di rumah
mei kira-kira jam 11 malam karena lokasi rumah mei jauh dari kampus. Saat datang
mereka langsung kena semprot karena pulang terllau malam dan tidak baik untuk
seorang gadis dan pemuda yang belum menikah jalan berdua apalagi di malam
hari,apa nanti kata tetangga tentangnya. Tapi untung saja dewi keberuntungan
sedang berpihak pada mereka. Mereka mnejelaskan alasan mereka terlambat dan
kedua orangtua mei mempercayainya karena pemilik cafe itu membantunya dan
menjelaskan jika mereka berdua memang belajar disana. Adampun memutuskan untuk
pamit setelah menjelaskan semuanya kepada kedua orangtua mei.
Hari-hari menjelang ujianpun datang, semua itu membuat adam takut. Dia
takut nilainya kali ini buruk tapi dia berusaha agar nilainya tidak seburuk
semester sebelumnya. Sebelum berangkat adam tidak lupa untuk berpamitan kepada
kedua orangtuanya melalui telpon karena kedua orangtunya sedang berada di luar
negri. Tak lupa adam meminta doa kepada mereka agar nilainya kali ini jauh
lebih baik dari sebelumnya.
Hasil ujianpun keluar dan adam sangat kecewa dengan nilainya karena masih
ada nilai B disana, setelah pembagian nilai adam tidak menemui mei padahal mei
menungu adam agar ia tahu hasil ujian adam. Tapi mei tidak bertemu dengan adam
hari itu, mei pun memutusakn untuk menelpon adam, dan sungguh di sayangkan adam
tidak menjawabnya. Lalu mei mengirim pesan kepada adam.
“ adam, ko kamu ngga jawab telpon aku?”
Tidak ada jawaban dari pesan mei. Itu membuat mei khawatir, karena tidak
ada jawaban dari pesannya mei memutuskan untuk menghubungi teman terdekat adam.
Tapi mereka juga tidak tau adm kemana. Sampai hari ke 3 adam belum jiuga
menjawab pesan dari mei, pikiran burukpun menghantui mei. Mei berpikir bahwa
adam telah pergi dan tidak ingin berhubungan lagi dengan dia.
.
.
.
.
Kira-kira adam kemana ya? Menurut kalian adam kabur atau betahan?
Jangan lupa tunggu kabar nya besok ya.!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar