Part 01
Bersamamu melukaiku
Erlin adalah anak tunggal dari pak danu dan ibu maya, erlin selalu menjadi
yang paling utama baik dirumah ataupun di luar rumah mungkin karena dia bersala
dari keluarga yang berada jadi hampir semua orang sangat ingin terpandang baik
di mata keluarga pak danu. Erlin di besarkan seperti tuan putri ia tidak pernah
menyentuh dapur sama sekali, dan sampai ia berusia remaja banyak teman baru
yang menertawakannya karena
ia tidak pernah mau untuk memegang bola basket yang
sudah tersentuh tangan orang lain. Dia akan terlihat jijik memeganggnya,
banyak
yang memanggilnya tuan putri karena saking selalu di istimewakan oleh semua
pihak. Namun, ada satu orang yang sangat tidak suka dengan sikap erlin yang
selalu seolah-olah dia adalah ratu disekolahnya. Dia adalah raka, walaupun raka
berasal dari keluarga yang sederhana namun ia tidak sepihak dengan yang lain
yang selalu memuji erlin dan selalu mengedepankan erlin.
Saat ada acara teater di sekolah semua murid harus mengikutinya namun
beda halnya dengan erlin, dia bebas mau
ikut atau tidak karena dia tidak suka dengan teater namun karena yang
bertanggung jawab atas acara tersebut adalah raka tentu saja dia cek semua yang
masuk ruang aula, dan yang tidak mengikuti langsung ia datangi rumahnya. Raka
terkenal dengan keberaniannya dan tentunya sangat pandai beradu argumen. Raka
mendatangi rumah erlin setelah acara selesai karena ia tahu acara itu wajib
diikuti oleh seluruh siswa. Sesampainya di rumah erlin tampak sekali rumah yang
begitu mewah dan megah sungguh sangat terawat.
Ini untuk pertama kalinya ada seorang teman yang datang kerumah erlin
dengan pakaian yang biasa saja, biasanya yangdatang akan berpakaian sebagus dan
serapih mungkin untuk membuat kesan baik kepada keluarga erlin. pembantu di
rumah erlin sangat banyak jadi yang bertugas mebuka pintu gerbang, pintu rumah
sampai yang menyiapkan minum itu berbeda, dalam hati raka bukan rasa kagum
kepadanya melainkan rasa tak enak dan tak nyaman karena begitu banyak orang
asing di rumah itu, dirumah raka hanya ada ibu ayah dan dia seorang sedangkan
di rumah erlin dia banyak menemukan orang asing.
“ hai.” Sapa erlin kepada raka.
“ kenapa kamu tidak berangkat ke acara teater sekolah?”
“ wow, langsung ke inti aja nih pak. Slow dong!”
“ saya ke sini ingin memita jawaban yang jelas, bukan basa basi!”
“ ya emang kenapa kalo aku ngga dateng apa masalahnya taun lalu aku juga
ngga ikut gpp tuh, apa urusan kamu buat nanya-nanya!?”
“ karena ini tugas saya sebagia penanggung jawab di acara teater, acara itu
wajib diikuti oleh semua siswa dan siswi jika ada yang melanggar maka harus
mendapakan sanki.”
“ wahhh, dari mana aturan kaya gitu? Jangan suka ngada-ngaa deh.” Berjalan
meninggalkan erlin.
“ baiklah, lihatsaja nanti besok apa yang akan kamu dapat erlin, jangan
mentang-mentang kmau berasal dari keluarga yang berada kamu bisa seenaknya.”
Raka segera meninggalkan rumah erlin yang membuatnya tidak nyaman itu,
sesampai di rumah raka emnverotakan semuanya kepada ibunya dan tentu sang ibu
membela sang anak karena apa yang dilakukannya itu sudah benar.
Keesokan harinya raka betul-betul menjatuhkan hukumana kepada erlin dan
tentunya itu sudah keputusan kepala sekolah namun saat raka memberikan hukuman
kepada erlin dengan memintanya untuk membersihkan ruang perpustakaan dan
merapikan buku yang ada disana tiba-tiba kepala sekolah datang menghampiri raka
dan menamparnya dengan sangat keras. Ntah apa yang ada dalam pikiran kepala
sekolah itu di depan banyak orang beliau menampar seorang raka yang jelas-jelas
menjalankan apa yang telah di sepakati. Semua orang merasa keheranan dan erlin
sangat puas melihat kejadian tersebut karena
dia merasa dia dibela.
Setelah raka mendapatkan tamparan ia mendapatkan surat peringatan, raka
sangat tidak habis pikir dengan apa yang telah menimpanya. Sudah sangat jelas
dia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Ya, sudah sangat jelas kenapa
kepala sekolah sangat marah ibatanya melihat seorang putri kerajaan yang sedang
dihukum tentu sangat membuatnya marah dan kesal. Raka hanya merenungi apa yang
terjadi saat itu, saat sampai di rumah ia ceritakan semuanya kepada kedua
orangtuanya namun orangtua raka hanya berpesan sabar kelak kamu akan menuai
dari buah sabar itu.
Semua orang menyindir dan menertawakan raka saat ia datang kesekolah
“lagian anak kampung ngapain juga malah so hebat banget udah tau erlinkan tuan
putri di sini masih aja so ngga kenal.” Semua orang melakukan hal itu dimana
saja, sampai-samapai guru yang mengajar selalu membahasnya. Raka hanya diam dan
diam tidak ia pedulikan omongan semua orang tentangnya. Namun saat raka sedang
menikmati makan siang yang ia bawa dari rumah tiba-tiba elin datang
menghampiri.
“hmmm permisi ya anak kampung.”
Raka tidak merespon ia melanjutkan makan siangnya tanpa pedulikan erlin.
“ oy erlin ngomong sama lo bego.” Ujar teman erlin sembari memukul meja
dengan kencang.
Saking kencangnya membuat semua orang yang ada di sana langsung berkumpul,
mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
“ lo itu harusnya mikir bisa sekolah disini karena siapa!” kata erlin.
“ maaf saya sedang makan boleh nanti kita bicara setelah saya selasai.!”
“ idihhh ogah banget gua harus nunggu orang so bener kaya lo.”
“ erlin!” suara yang begitu tak asing dan sangat akrab itu terdengar sangat
mengerikan.
“ iya tante, ada apa?”
“ aku ini gurumu bukan tante mu. Kamu bisa menempatkan diri kan?” dengan
nada sedikit meninggi.
“ tante kan tau aku ini siapa, dan tante juga harusnya tau kalo raka itu
telah melakukan kesalahan yang sangat besar.”
“ ok anak manja, ibu selama ini selalu diam ketika kamu berulah tapi kali
ini ibu ngga mau kamu terus begitu.”
“ terus apa urusan tante di sini?”
“ erlin, kamu sekarang bukan anak kecil lagi harusnya kamu belajar untuk
bertanggung jawab. Kamu tau raka tidak salah sama sekali dia melaksanakan apa
yang menjadi tanggung jawabnya. Apa kamu tidak merasa malu erlin? Kamu selalu
bersembunyi dibalik kekayaan kedua orang tua kamu. Kamu dibela oleh kepala
sekolah padahal kamu sudah salah besar. Ibu tidak akan perduli walaupun ibu
nnatinya harus di pecat. Ibu hanya ingin kmau itu sadar, apa yang kamu nikmati
saat ini adalah hasil orangtuamu. Plis erlin jangan menjadi anak yang manja!
Kalian semua apa kalian tidak pernah tau apa konsekuensi bagi siswa ataupun
siswi yang tidak mengikuti acara teater?”
“ kami tau bu.” Ujar semua orang yang ada disana.
“ jadi apa kalian masih mau mengolok-olok raka.?”
Semua orang hanya terdiam dan memandang erlin dengan rasa jijik karena
mereka telah membela orang yang salah. Mereka akhirnya meminta maaf kepada raka
karena prilaku mereka yang kurang baik. Semua orang memberiakn penilaian
sendiri, mereka baru sadar bagaimana mungkin itu adiluntuk raka sedangkan dia
tidak bersalah sama sekali dan erlin ynag jelas salah tidak mengikuti acara
teater itu malah mendapatkan sanjungan. Perlahan semua orang meninggalkan
erlin. Berbulan-bukan erlin tidak ada yang menemani, setiap tiba di sekolah
biasanya ada orang yang selalu menunggunya dan menyapanya. Ketika di kantin
biasanya semua orang akan mepersilahkan dia untuk duduk di mejanya, ketika
antri biasanya dia akan diutamakan dan selalu menajdi no satu. Setelah kejadian
itu erlin kehilangan semuanya. Erlin
sudah memberitahu kejadian itu kepada kedua orangtuanya namun karena keduanya
sibuk mereka lupa mengurusnya.
Saat ujian akhir semester erlin biasanya akan mendapatkan bocoran soal dari
wali kelasnya namun kali ini ia tidak mendapatkan apa-apa. Erlin terlihat
sangat sedih dan terpuruk karena baru kali ini tidak ada yang menanya dia sama
sekali dan dia seperti orang asing bahkan seperti sudah tidak si anggap ada di
sekolah itu. Erlin tidak lagi makan siang di kantin ia membawa bekal dari
rumahnya ia menikmati bekalnya di dekat taman sekolah. Sedikit ia menitikan air
mata karena ia tidak memiliki teman sama sekali dan saat ada yang melihatnya
mereka akan mengatainya anak manja ngga punya temen telpon papah dong biar
temennya di bayar buat nemenin, sembari berjalan dan tertawa. Erlin selalu memangis
mendengar semua perkataan teman-temannya.
Ujianpun telah selesai namun tak ada yang perdulikan erlin semua orang
terfokus pada kegiatan mereka, erlin semakin sedih karena kebanyakan nilai dia
turun yang biasanya ia menjadi juara kelas kini menurun drastisdan semua itu
membuat anak-anak kelasnya mengolok-olok dia “ ya wajar ngga dapet peringkat
kan udah ngga ada yang berpihak sama tuan putri” sembari mereka tertawa-tawa.
Setelah pembagian hasil ujian erlin langsung meminta sopir nya menjemput
sesegera mugkin dan sayangnya mobil yang di bawanya mogok jadi erlin harus
menunggu lebih lama di sekolah. Tiba-tiba ada suara yang sangat lembut
memanggilnya.
“ erlin?”
“ tante,” erlin berlari menghampiri tantemya dan memeluk ia dengan erat.
“ kenapa kamu? Biasanya seneng banget, kan mua liburan.
“ mamah sama papah masih di luar kota kemungkinan nanti tahun baru baru
kembali soalnya bisnis baru tane.”
“ nilaimu pie er?” dengan logat so kejawa jawaan padahal dia asli betawi.
“ jatuh banget aku peringkat 21.” Sembari menundukan kepalanya.
“ hah? Serius ? kamu ngga belajar emangnya er?”
“ belajar tan tapi pas ujian bingung mau isi apa.”
“ hmm ya sudah mau pulang bereng tante ngga?”
“ ngga ah, nunggu sopir ajh tan.”
“ ya sudah duluan ya. Oh iya maafin tante ya soal waktu itu, lagian jadi
wanita itu jangan selalu ingin di pandang sebagai ratu dan jangan juga merendah
terlalu merendah karena kita akan di injak-injak.”
“ iya tante.”
“ udah jangan sedih lagi, kamu boleh
ko main ke rumah tante. Nanti tante ajak keliling mall.” Sembari berjalan
meninggalkan erlin.
“ iya tante.”
Erlin menunggu supirnya lama sekali sampai sekolahpun mulai sepi, erlin
kembali menitikan air mata. Ia membayangkan dulu ia selalu di puja dan dipuji
oleh semua orang, tidak ada yang melewatkan momen ketika erlin berjalan,
mengantri atau hanya sekedar duduk di depan kelas. Semua orang selalu
menyapanya namun sekarang semua orang-orang itu menjauh dan tidak ada yang mau
menemaninya satu orangpun. Tiba-tiba erlin mengambil ponselnya dan menelpon
orangtunya, ia bercerita kepada orangtunya namun mereka hanya merespon “ iya
sayang nanti papah sama mamah bantu kamu kalo masalah di sini sudah selesai
nanti malam mamah transfer uang ke kamu buat kamu happy dan jalan-jalan. Ok
anak kesayangan mamah?” erlin hanya merespon iya saja, mungkin tidak ada yang
tahan hidup seperti erlin. Setiap hari harus mendengar olokan temannya
kemana-mana ia harus sendiri tidak ada yang menemani sama sekali. Niat burukpun
terbesit dalam pikiran erlin dia ingin mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari
balkon sekolah, namun takdir berkata lain di balkon ternyata ada raka yang
sedang menikmati makanan sembari bersantai di sana lalu raka menegur erlin.
“ kalo mau loncat, loncatlah ngga usah ragu.” Sembari memasukan makanan
kedalam mulutnya.
“ ngapain lo disini?” dengan nada sedikit terkejut.
“ makan lah, lagian yang lain udah pada pulang jadi waktu yang tepat untuk
menikmati suasana sekolah yang sepi.
“kalo gua lompat apa yang lo lakuin?”
“ makan lah ngapain lagi.”
“ sumpah lo ngga peduli banget ya sama lingkungan sekitar.”
“ mau lompat ngga? Ngga sayang apa sama umur?”
“ sayang lah.”
“ ya udah sini turun temenin makan!”
Tanpa berkata erlin langsung turun dan menghampiri raka yang sedang
menikmati makanan yang ia bawa.
“ ngga usah bengong sini duduk makan bareng!” ujar raka kepada erlin.
Mereka berdua menikmati makanan yang dibawa raka, selama makan tidak ada
obrolan sedikitpun sampai akhirnya makanan habis raka kembali membuka
pembicaraan dan erlin diantar pulang oleh raka.
Nah, menurut kalian gimana kelanjutan hubungan erlin dan raka?
Jangan sampai ketinggalan ya guys, sekarang lagi mls banget posting karena
ngga ada inspirasi jadi susah deh, harus nyari penyemangat kali ya biar
postingnya lancar wkwkwkw. Ngga juga kali ya, kalo emang aku nya mau mah pasti
berusaha.
Ok semangat lagi deh buat aku.!

makasih dede 😊😊
BalasHapus