Part 02
Bersamamu Melukaiku
Mohon maaf membuat kalian menunggu terlalu lama. Heheheheh
Setelah Raka mengantar Erlin ke rumahnya mereka jadi sedikit dekat dan
Erlin memiliki seseorang yang bisa menemani harinya sekaligus berbagi sedikit
tentang persoalannya.
Erlin kembali menjadi juara kelas dengan usahanya sendiri, ia tidak pernah
menyangka jika bisnis Ayahnya telah berakhir karena sebuah kesalahan yang ia
buat bersama Ibunya, berinvestasi kepada seorang penipu. Ya, begitulah hidup
kadang di atas dan kadang di bawah, roda kehidupan akan selalu berputar jadi
kita tidak boleh menyombongkan diri. Dengan uang dan kekayaan semua orang akan
merasa berbangga diri dan paling di hormati, namun semua itu tidak akan kekal
karena itu hanya sebuah titipan.
Semua orang membanggakan Erlin beserta keluarganya saat mereka kaya raya
dan memiliki segalanya, namun ketika semuanya lenyap maka semua orang akan
meninggalkan mereka dan tidak akan memperdulikannya lagi. Tapi keluarga Raka
tidak seperti itu, mereka meperlakukan Erlin dengan sangat baik seperti kepada
anak nya sendiri. Raka sangat senang Erlin di sambut baik oleh kedua
orangtunya.
Ayah dan Ibu Erlin kembali berusaha untuk emmbangkitkan bisnis mereka yang
telah hancur. Perlahan namun pasti.
3 tahun kemudian ....
Erlin dan Raka berkuliah di tempat yang sama, waluapun bukan kampus ternama
tapi mereka sangat senang, mereka menjadi sahabat dekat. Awalnya mereka banyak
yang mengolok tapi karena mereka mengabaikan segala hal yang menurut mereka
tidak penting semua berlalu dengan sendirinya.
Hari ini akan menjadi hari yang istimewa bagi Erlin, tentu saja Raka akan
memberinya sebuah kejutan seperti tahun- tahun sebelumnya. Walaupun Raka tau
ini akan terjadi lagi namun ia tidak pernah mundur karen ia sangat mencintai
Erlin sejak lama.
Acara ulang tahun Erlin berlangsung di gedung yang cukup luas dan megah,
Raka datang dengan pakaian yang sederhana dan sebuah kado di tangan kanannya. Semua
orang menatapnya dengan heran dan tentunya mereka akan menertawakan Raka
disana, setelah beberapa menit Raka duduk di kursi dan menikmati beberapa
cemilan yang di hidangkan Erlin turun dari tangga dengan seorang laki-laki yang
sangat Raka kenal. Mereka sangat serasi dan sangat mempesona, semua orang
langsung terfokus kepada mereka, apalah daya Raka yang hanya sebatas sahabat
saja.
Setiap urutan acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan, namun Raka belum
memberkan kado kepada Erlin. Raka tau, kejadian seperti tahun sebelumnya akan
terjadi lagi. Ia dipermalukan dan terus di hina, tapi kali ini Raka memberikan
kado setelah semua orang pergi.
“ Erlin.?” sapa Raka.
“ Eh Raka, kenapa ?” dengan nada seperti merendahkan.
“ Ini kado buat kamu Er, maaf ya Cuma itu yang bisa aku kasih.” menyerahkan
kado kepada Erlin lalu pergi.
Raka selalu menemani Erlin bagaimanapun keadaannya, namun di hadapan semua
orang Raka bukanlah siapa-siapa. Namun Raka tidak pernah sedikitpun menjauhi
Erlin, dia tetap menjadi sahabat Erlin. Ibaratkan sebuah drama, di belakang
semua orang Erlin dekat dengan Raka namun di depan semua orang ia menjadi orang
asing. Dan itulah yang Raka rasakan setiap harinya.
Tidak semua orang dapat bertahan dengan setiap sikap orang seperti Erlin,
bertahun-tahun Raka berjuang untuk mendapatkan hati Erlin namun sepertinya Raka
harus mundur karena Erlin sudah di jodohkan dengan teman masa kecilnya. Raka ingin
Erlin tau apa yang sebenarnya ia rasakan pada saat dulu dan sampai sekarang. Mungkin
harusnya Raka melakukan semua itu sejak dulu namun Raka belum punya keberanian
untuk manyatakan perasaannya.
Raka melihat pelaminan yang begitu indah dan megah, terlihat mata Raka berkaca-kaca
meliahatnya.
Prosesi pernikahan berjalan lancar dan dihadiri oleh orang-orang penting
karena pernikahan itu adalah pernikahan yang sudah direncanakan karena menyatukan
dua perusahaan besar. Raka memberikan ucapan selamat kepada Erlin dan Dion, ada
rasa sedih yang Raka sembunyikan di balik senyum lebar Raka ketika menghampiri
Erlin.
“ Er, aku suka sama kamu.” sedikit
berbisik. “ Selamat ya semoga bahagia.” lalu berjalan meninggalkan Erlin
Wajah Erlin terlihat sangat terkejut, namun Raka segera meninggalkan gedung
tersebut.
Raka mengirim pesan kepada Erlin sebelum dia pergi ke Luar Negeri.
“ Er, aku emang suka sama kamu sejak dulu. Aku selalu menemani kamu dalam
suka maupun duka, namun kamu selalu menganggap aku seperti sampah di depan
semua orang. Tapi, aku bahagia pernah menjadi bagian dari hidup kamu Er. Semoga
dengan adanya Dion bisa membuat kamu bahagia dan tetap tersenyum. Makasih ya
Er.
Bersama kamu itu sangat melukaiku, mungkin kau yang terlalu bodoh bertahan
dengan wanita yag sudah jelas tidak ingin bersamaku, dan mungkin tidak ada
wanita yang mau dengan laki-laki sepertiku yang datang dari keluarga yang biasa
saja.
Padahal aku tahu bersamamu itu sangat sudah jelas dan sangat jelas
melukaiku, namun karena aku mencintaimu aku berusaha menahan semuanya. Berjuang
sediri tidaklah mudah Er. Aku akan pergi ke Luar Negeri bersmaa keluargaku. Jangan
khawatir aku akan bahagia.”
Erlin tidak menjawab pesan Raka sama sekali, Raka memang menunggu jawaban
Erlin karena ia tidak tau apakah Erlin juga mencintainya ataukah tidak
meperdulikannya sama sekali. Raka selalu berharap gadis yang ia suka itu bahagia
dengan pilihannya dan ia pun harus bahagia dengan pilihannya.
Tamat ...
Hidup adalah sebuah pilihan, jadi jangan pernah salah memilih. Setiap pilihan akan ada konsekuensi masing-masing, jadi kita harus menerimanya. Menunggu hingga waktu yang tepat memang baik namun kenapa tidak mengambil sebuah kesempatan jika itu ada? Karena kesempatan tidak akan pernah datang dua kali.
Next aku posting tiap hari lagi, karena di rumah aku ngga bisa berkeliaran
di dunia khayalan. Aku lebih senang dunia nyata. Maaf membuat menunggu.
Terimaksih sudah berkunjung kawan ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar