Minggu, 26 Juli 2020

Untukmu yang aku harapkan dulu.




Aku pernah berharap terlalu berlebihan terhadapmu sehinga aku lupa dengan kebahagian diriku sendiri.

Aku mementingkan kebahagianmu diatas kebahagiaku.

Tanpa aku sadari aku lebih mengorbankan semuanya terhadapmu, aku senang dengan semua itu karena aku mencintamu jauh sebelum aku mengenalmu.


Aku mencintamu, dengan sadar tanpa ada paksaan sedikitpun.

Berada dekat dengamu adalah sebuah hadiah yang luar biasa untukku. Mencintaimu tanpa tau kamu mencintaiku ataupun tidak itu sangat menyenangkan kala itu.

 Aku berusaha membuatmu terkesan denganku, aku berusaha menjadi wanita yang kamu inginkan.

Aku berusaha menjadikanmu prioritas dalam hidupku.

Menyimpan rasa ini sendiri, kadang membuat hatiku sakit tapi ini adalah konsekuensi dari apa yang telah aku pilih sejak awal.

Perlahan aku menyadari jika aku mulai kehilangan kehidupanku yang sesungguhnya.

Aku menjadi wanita yang aneh, karena telalu berusaha menjadikan diriku seperti wanita yang kamu dambakan.

Aku lupa jika cinta itu tidak bisa dipaksakan.

Aku selalu berdoa dan berharap jika kelak kita akan bersama, namun setiap kali aku melihatmu kamu tidak pernah melihat kearahku.

Kamu memandang wanita lain di belakangku yang begitu cantik dan anggun.

Aku tidak kuasa melihat pemandangan itu, tapi melihatmu bahagia adalah inginku.

Aku ingin melihatmu bahagia walaupun itu bukan denganku.

Maaf jika aku terlalu lancang mencintamu, aku tidak bisa menahan semua itu sendiri. Aku tidak bisa berjuang sendiri untuk membangun sebuah cinta.

Aku hanya ingin kamu tau jika cinta ini akan tetap ada walaupun jarak dan waktu telah memisahkan kita.

Suatu saat kamu akan menemukan seseorang yang kamu dambakan sejak dulu, wanita yang penyabar, wanita yang sholehah dan taat agamanya.

Jika kelak kamu menyadari jika kamupun mencintaiku, kamu boleh menyampaikanya walaupun kelak aku tidak bisa lagi bersamamu.

Aku bahagia bisa mengenalmu, aku bahagia bisa mencintaimu dalam diamku.

Kamu tidak perlu tau jika semua yang aku lakukan adalah sebuah rencana. Aku ingin terus dekat denganmu dalam kurun waktu yang sangat lama.

Aku ingin melihatmu lebih lama, walaupun aku harus melihatmu dari kejauhan.

Pemandangan yang cukup indah ketika aku melihatmu bersanding dengan wanita lain di sebuah pelaminan.

Hati ini menangis, tapi tidak dengan mataku.

Karena dia harus tetap memancarkan kehangatan dan kebahagian, dia tidak boleh menangis seperti hatiku. Dia harus kuat dan tangguh setiap saat.

Memberikan selamat kepadamu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku, namun sayang kamu tidak tau itu.

Jika saja sejak dulu aku jujur tentang perasanku, mungkin hal ini tidak akan terjadi atau bahkan aku akan jauh darimu lebih awal.

Kenapa ya penyesalan selalu datang diakhir?

Aku bahagia ketika aku melihatmu tersenyum menyapaku, “Terimakasih kamu sudah datang ke acara pernikahanku.”

Setelah itu aku baru sadar, perjuangan aku sia-sia begitu saja.

Andai waktu bisa di putar kembali maka aku akan melamarmu lebih dulu.

Mungkin aku terlalu berlebihan mengenai cintaku padamu. Jadi Tuhan menegurku dengan caranya.

Kamu hebat bisa mencintai wanita itu dalam waktu sekejap, mungkin kamu tidak pernah melihat bagaimna usahaku tapi setidaknya perhatianmu dulu pernah membuat aku terpesona.

Tatapan khawatir kamu ketika menemuiku di kamar rumah sakit itu, memberikanku sebuah keyakinan jika kamupun menyukaiku.

Tapi dalam kenyataanya, kamu tidak penah mencintaiku.

Aku bisa bertahan sampai titik ini adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa.

Jika kelak kamu tidak bisa melihatku dan hanya tinggal goresanku saja, maka bersyukurlah.

Karena kamu tidak akan menemukanku dalam keadaan sakit lagi.

Terimakasih untuk kamu yang selalu membantuku dalam segala hal, terimakasih sudah membuat bebanku sedikit berkurang.

I love you.

***
Happy reading semunya.

Sedih banget ngga sih? Aku ajah sampe nangis ngetik nya. Nyesek bangt aja gitu.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya.

Kritik dan sarannya juga boleh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LUKAKU

Andai saja aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin terlahir ke dunia ini. menjadi anak pertama sekaligus kaka dari kedua adikku adalah hal y...