Sabtu, 01 Agustus 2020

Jauh




Aku tidak masalah jika suatu saat nanti, kita akan bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal.

Bukankah itu yang kamu inginkan?

Berjuang dan terus berjuang adalah hal yang mungkin bagi siapa saja akan merasa lelah jika ia harus berjuang sendirian.

Membangun cinta dalam sebuah hubungan tidak bisa hanya dengan perjuangan satu pihak saja.

Hubungan itu kita, bukan hanya kamu ataupun hanya aku.

Berjalan bersama, berjuang bersama, saling mendukung apa sesulit itu?


Aku masih ingat ketika awal bertemu, kamu memuji kecantikanku dan kamu menyukai apa yang aku sukai.

Kamu tidak pernah berkata jika kamu tidak menyukai hal itu, aku hanya menganggap semua yang aku lakukan adalah demi kamu.

Aku berusaha semampuku untuk membuat kamu nyaman dekat denganku.

Aku tidak ingin hubunganku denganmu sama seperti hubunganku di masa lalu.

Di tinggalkan dan di campakan.

Tapi, aku hanya ingin berterimakasih atas apa yang kamu berikan dulu untukku.

Kamu memberikan waktumu, memberikan semua hal yang aku inginkan.

Kamu tidak pernah lupa untuk terus menghubungiku, kamu tidak pernah lupa bahwa jadwal liburmu hanya untuk bertemu denganku.

Aku bahagia di perlakukan layaknya seorang ratu, aku menjadi prioritasmu, aku menjadi tempat berbagimu, aku menjadi penasehatmu dan aku bisa menjadi apapun sesuai dengan apa yang kamu butuhkan saat itu.

Saling melempar perhatian, itu sangat menyenangkan.

Aku kira semua ini akan berjalan lancar tanpa adanya sebuah hambatan.

Nyatanya, kejadian dulu terulang lagi.

Kamu meninggalkan aku dengan sejuta luka di hatiku, aku terluka namun sayang kamu tidak pernah tua bahagiaman sakitnya.

Senyum kecut yang kamu berikan seolah aku adalah orang yang telah membuat kamu hancur, semua yang telah aku perjuangkan pada akhirnya aku juga yang harus melepaskan.

Aku tidak mengira kamu akan sebenci itu terhadapku, aku kira kita akan tetap dekat layaknya desember dan januari, tapi ternyata kini kita sejauh januari dan desember.

Kamu memintaku untuk pergi jauh dari kehidupanmu, kamu meintaku untuk tidak menghubungimu lagi apapun alasannya.

Kamu memintaku untuk melupakan semuanya termasuk rasa cintaku padamu.

Awalnya aku bertahan dan percaya jika aku akan kemabli bersamamu, tapi akhirnya aku melihatmu bahagia dengan wanita lain.

Aku kalah, aku tidak bisa kembali menjadlin hubungan baik denganmu.

Sudah lama bukan? kita tidak pernah berjumpa.

Tapi, tatapan mata itu tetap sama. kamu terlihat sangat membenci kehadiranku.

Apa tidak kata lain selain kata benci terhadapaku? Terimakasih misalkan?

Ah sudahlah aku lelah.

Terimakasih telah belajar bersamaku, terimakasih telah menjadikanku tempat berbagimu.

Jangan lupa, aku tidak mengajarkanmu untuk meninggalkan wanita yang  menyukaimu dan berjuang untukmu.

Nanti, kalo kita ketemu lagi jangan sungkan sapa aku ya. Takutnya aku lupa sama kamu yang sudah membuat aku jatuh cinta.

See you.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LUKAKU

Andai saja aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin terlahir ke dunia ini. menjadi anak pertama sekaligus kaka dari kedua adikku adalah hal y...