Aku tidak masalah jika suatu
saat nanti, kita akan bertemu dalam keadaan tidak saling mengenal.
Bukankah itu yang kamu
inginkan?
Berjuang dan terus berjuang
adalah hal yang mungkin bagi siapa saja akan merasa lelah jika ia harus berjuang sendirian.
Membangun cinta dalam sebuah
hubungan tidak bisa hanya dengan perjuangan satu pihak saja.
Hubungan itu kita, bukan
hanya kamu ataupun hanya aku.
Berjalan bersama, berjuang
bersama, saling mendukung apa sesulit itu?
Aku masih ingat ketika awal
bertemu, kamu memuji kecantikanku dan kamu menyukai apa yang aku sukai.
Kamu tidak pernah berkata
jika kamu tidak menyukai hal itu, aku hanya menganggap semua yang aku lakukan
adalah demi kamu.
Aku berusaha semampuku untuk
membuat kamu nyaman dekat denganku.
Aku tidak ingin hubunganku
denganmu sama seperti hubunganku di masa lalu.
Di tinggalkan dan di
campakan.
Tapi, aku hanya ingin
berterimakasih atas apa yang kamu berikan dulu untukku.
Kamu memberikan waktumu,
memberikan semua hal yang aku inginkan.
Kamu tidak pernah lupa untuk
terus menghubungiku, kamu tidak pernah lupa bahwa jadwal liburmu hanya untuk
bertemu denganku.
Aku bahagia di perlakukan
layaknya seorang ratu, aku menjadi prioritasmu, aku menjadi tempat berbagimu,
aku menjadi penasehatmu dan aku bisa menjadi apapun sesuai dengan apa yang kamu
butuhkan saat itu.
Saling melempar perhatian,
itu sangat menyenangkan.
Aku kira semua ini akan
berjalan lancar tanpa adanya sebuah hambatan.
Nyatanya, kejadian dulu
terulang lagi.
Kamu meninggalkan aku dengan
sejuta luka di hatiku, aku terluka namun sayang kamu tidak pernah tua
bahagiaman sakitnya.
Senyum kecut yang kamu
berikan seolah aku adalah orang yang telah membuat kamu hancur, semua yang
telah aku perjuangkan pada akhirnya aku juga yang harus melepaskan.
Aku tidak mengira kamu akan
sebenci itu terhadapku, aku kira kita akan tetap dekat layaknya desember dan
januari, tapi ternyata kini kita sejauh januari dan desember.
Kamu memintaku untuk pergi
jauh dari kehidupanmu, kamu meintaku untuk tidak menghubungimu lagi apapun
alasannya.
Kamu memintaku untuk
melupakan semuanya termasuk rasa cintaku padamu.
Awalnya aku bertahan dan percaya
jika aku akan kemabli bersamamu, tapi akhirnya aku melihatmu bahagia dengan
wanita lain.
Aku kalah, aku tidak bisa
kembali menjadlin hubungan baik denganmu.
Sudah lama bukan? kita tidak
pernah berjumpa.
Tapi, tatapan mata itu tetap
sama. kamu terlihat sangat membenci kehadiranku.
Apa tidak kata lain selain
kata benci terhadapaku? Terimakasih misalkan?
Ah sudahlah aku lelah.
Terimakasih telah belajar bersamaku,
terimakasih telah menjadikanku tempat berbagimu.
Jangan lupa, aku tidak
mengajarkanmu untuk meninggalkan wanita yang menyukaimu dan berjuang untukmu.
Nanti, kalo kita ketemu lagi
jangan sungkan sapa aku ya. Takutnya aku lupa sama kamu yang sudah membuat aku
jatuh cinta.
See you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar