Part 2
nih buat yang penasaran gimana kelanjutan dari ceritanya.
Hari berlanjut seperti biasanya, Anisa selalu sendiri dan
berteman dengan buku-buku. Dan Faizal memperhatikan dari kejauhan kenapa dia
selau jutek semua laki-laki yang ingin dekat dengannya, padahal mereka
cakep-cakep. Selama satu bulan lebih Faizal tak menegur Anisa dan begitupun
sebaliknya. Mereka bertemu tapi tak saling menyapa, dan saat pulang sekolah
Anisa pulang sangat buru-buru sekali entah apa yang sedang iya tuju rumah atau
seseorang yang penting akan datang, atau ada seseorang yang sedang ingin iya
temui. Karena Faizal sangat penasaran ia mengikuti Anisa dari belakang. Dan
Faizal sangat terkejut ketika ia melihat Anisa memeluk laki-laki yang entah iya
siapa, dan sepertinya Anisa sangat bahagia dengan laki-laki itu. Pada akhirnya
Fizal mengambil kesimpulan sediri, dan dia mengira jika sikap cuek Anisa kepada
yang lain itu karena ada sosok laki-laki itu. Lalu Faizal pulang ke rumah
dengan muka lusuh dan sangat kusut.
“sayang, kenapa muka kamu? Ko kayanya kesel gitu”
“mah, emang tetangga kita yang namanya Anisa itu punya pacar ya?”
“lah ko tanya mamah, tanya orangnya lah. Ohh kamu abis liat dia sama cowok
lain ya ?”
“ah mamah ini, suka kaya gitu, orang mah hibur ke anaknya udah tau lagi
kaya gini.”
“huss, udah ah jangan mikirin yang ngga-ngga kamu kan banyak temen cewenya,
emang ngga ada satupun yang kecantol?, cewe bukan dia doang loh sayang. Udah
jangan dipikirin nanti kamu sakit gimna?, inget ya nanti hari kamis kita chek-up
mamah udah ijin ke wali kelas kamu.”
“iya mah.” ( dengan nada yang kurang bersemangat )
“yang semangat dong sayang, jangan lesu gitu mau sembuh kan?”
“iya mamahku tersayang”
Karena kejadian di pulang sekolah itu Faizal menajadi kesal kepada Anisa
dan saat berkelompok dengan Anisa dia tidak menegur Anisa sama sekali dan itu
membuat Anisa kesal sekali. Dan saat istirahat perdebatan merekapun terjadi.
“ Faizal!”
“ada apa ?”
“aku ada salah apa ke kamu? Kita satu kelompok Cuma aku yang ngga kamu ajak
bicara.”
“pikirin sendiri apa salah lo, lagian jadi cewe jangan so jual mahal lo.
Gue tahu lo yang sebenernya ya. Jangan munafik dah lo!!”
Mendengar perkataan Faizal membuat Anisa tertegun dan dengan spontan Anisa
duduk di kursi dengan jantung yang masih berdetak dengan kencangnya, dada nya
terasa sesak sekali karena baru kali ini ada yang membentaknya dan berkata
dengan nada sangat tinggi. Tanpa sadar air matanya menetes, dan teman
sebangkunya dengan sigap menenangkan.
“ sabar, nis. Udah jangan nangis!”
Anisa hanya menangis tanpa berkata apapun, saat pelajaran Anisa tak ikut
dia berdiam di UKS karena itu pasti akan mengganggu yang lain. Saat jam
istirahat ke 2 banyak orang memenuhi UKS dan bertanya apa aku sakit dan
semacamnya, dan Anisa berbalik badan agar tidak ada yang melihat dia menangis.
Dengan cepatnya berita tersebut menyebar sampai ke seluruh sekolah dan
laki-laki yang suka terhahadap Anisa menghajar Faizal saat pulang sekolah
karena mereka tak rela wanita yang mereka suka di bentak dengan kasarnya.
Dengan beruntungnya Anisa melihat kejadian itu dan langsung menghentikan mereka
semua, jika sajah dia terlambat mungkin Faizal akan lebih parah terluka.
“ Faizal, aku minta maaf ya soal mereka.”
“ apan sih lo lebay banget. Udah gue mau pulang”
“ udah bareng aku ajh aku di jemput supir hari ini.”
“ngga usah gua bisa sendiri.” Dengan nada yang sangat kesal.
“ kamu kenapa sih? Aku salah apa, kalo aku ada salah aku minta maaf,”
“pikirin ajh sendiri jadi cewe ngga usah so jual mahal!”
“ok, aku duluan ya, maaf banget buat kejadian tadi, aku ngga minta mereka
buat lakuin itu. Sekali lagi kalo aku ada salah aku minta maaf, aku duluan ya”
Keesokan harinya Anisa tak melihat Faizal dan dia merasa khawatir, dan saat
pulang sekolah dia memberanikan diri ke rumahnya, dan sayangnya tak ada orang
di rumahnya. Anisa kembali ke rumahnya dan bertanya kepada ibunya.
“ ibu, keluarga Faizal keman sih? Ko mereka pada ngga ada?”
“lah, ko tanya ibu mana ibu tahu sayang ibu juga baru sampe. Coba tanya
kaka kamu tuh yang seharian di rumah.”
“ka, kamua tau ngga tetangga kita kemana?”
“et dah, gua punya adik kaya gini bener. Lo tanya lah wa ke sms ke telpon
ke, jangan-jangan lo ngga punya lagi no hp nya ?”
“heheheh iya ka aku ngga punya.”
“ya tuhan kenapa gue harus punya adek bego kaya dia, cantik sih cantik tapi
begonya kebangetan. lo kenal dia udah berapa lama?"
“baru berapa bulan ka,”
“ dasar bego, pantesan lo jomblo mulu.” Sambil memukul jidat Anisa.
“ ish, gini ni kalo akak sama adek udah di serumahin berantem mulu. Sini
anak kesayangan ibu. Udah jangan nangis nanti ibu bantu tanya tetangga lain.”
“ nah gini ni kalo anak cewe di manja kaya gitu, gimana dia mau punya pacar
bu , kontak dia cewe semua. Haduhh de kamu ini nanti kaka bantu kenalin deh ke
temen-temen kaka ok?”
“ngga mau enak ajh, emangnya aku apaan huhhh”
“ udah udah sini makan, jangan pada becanda mulu!”
“ baik bos”( jawaban yang sellau serentak jika mereka bersama)
Sudah 3 hari Faizal tak bersekolah dan akhirnya Anisa memberanikan diri
bertanya kepada wali kelasnya karena takut terjadi sesuatu kepada Faizal, akan
tetapi wali kelasnya hanya memberi jawaban dia akan masuk lagi besok pagi.
Mungkin terdengar aneh tapi ya sudah apa urusannya Anisa dengan ketidak hadiran
Faizal.
Selama dia bersekolah Anisa merasa aneh karena setiap bulannya Faizal
selalu absen dan tidak ada surat ataupun kabar kenapa dan kemana dia pergi, dan
untuk bertanya Anisa sangat takut karena Anisa tahu jika Faizal masih marah
kepadanya. Tanpa terasa sudah di
penghujung ajaran sebentar lagi akan ujian kenaikan kelas, Anisa lulus tahun
ini tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan hubungan anatara Anisa dan
Faizal belum juga memebaik. Anisa tak berani untuk berbicara lebih awal lagi
jadi dia hanya diam ketika berpapas dengan Faizal. Saat ujian kelulusan Anisa
tak melihat Faizal dan dia merasa sangat khawatir dan dengan segera dia meminta
no telpon orang tua Faizal kepada wali kelasnya. Saat dia menelpon yang
mengangkat telponnya ternyata ayahnya Faizal.
“ halo, assalamualaikum.” Terdengar suara yang begitu tegas dari sana .
Karena Anisa takut dengan suaranya dia mematikan telponnya.
Dan Faizal pun bertanya kepada ayahnya “ siapa yah?”
“ ngga tau, kayanya orang salah sambung.”
“ko masih ada orang salah sambung zaman sekarang.”
Anis merasa sangat gugup dan takut, lalu dia meminta bantuan kaka
tercintanya.
“ka, aku bawain kopi nih. Diminum ya !”
“tumben, pasti ada maunya nih? Mau minta tolong apa ?”
“ah kaka aku ini terbaik memang.”
“eh gue tuh kakamu cantik, masa iya adeknya ada maunya kaka nya ngga tau.
Buruan mau minta tolong apa ?”
“ka telponin orangtuanya Faizal doang, pliss tanya mereka lagi dimana.”
“ ya udah sini no telponnya”
Dan mereka berbincang cukup lama dan Anisa bertanya kepada kakanya.
“ ka , mereka lagi dimna? Ko Faizal ngga kelitaan pas ujian kelulusan?
Terus mereka ngga ada di rumahnya?”
“ aduh sabar ngapa, hadehhh punya adik kaya gini bener” sambil mengelus
kepalanya.
“ nih dengerin gue ya, Faizal lagi ngurusin pindahal ke Bandung, dia mau
kuliah di Bandung.”
“ bandungnya dimana ka? Daerah apa? Univ apa ?”
“ lah ko malah nanya gitu emang lo ngga jadi kuliah di jakarta, katanya
ngga mau jauh dari tanah kelahiran?”
“ hmmm aku kan nanya ka. Ya udah deh makasih kakaku tersayang”
Setelah ujian kelulusan semua teman-teman Anisa banyak yang melajutkan dan
tak jarang juga yang langsung bekerja karena tuntutan, dan karena nilain Anisa
bagus banyak sekali Universitas yang memintanya untuk kuliah disana dan ada
universitas yang menawarkan beasiswa kepadanya dan tanpa berpikir panjang dia
langsung meng iya kan, karena yang dia ingin adalah kota Bandung.
Saat sampai ke rumahnya dia memberikan surat-surat kepada ibunya.
“ sayang, kamu serius?”
“ iya ibu, aku ingin bertemu dengan Faizal.”
“ sudah kamu pikirkan baik-baik? Di sana kamu ngga ada keluarga sayang. Kamu
ini anak perempuan ibu satu-satunya.”
“ sudah bu!” dengan nada yang tegas dan meyakinkan.
“ ya sudah besok kalo kamu libur kita ke sana sama ayah, kita cari kosan
yang deket universitanya dan aksesnya bagus ok”
“ makasih ibu” sambil memelik ibunya.
.
.
Bersambung.....
Nah samapai sini
kira-kira ada yang tahu siapa yang sedang mengejar cinta? Anisa atau Faizal?
Kalian boleh jawab di kolom komentar. ^_^
Masih penasaran kan
gimana kelanjutannya, besok aku kasih kelanjutannya. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar