Minggu, 26 April 2020

09 Guru matematikaku


Guru matematiku



Pemandangan pagi yang begitu indah, mentari bersinar dengan terangnya. Hembusan angin yang lembut membuat pepohonan yang rindang ikut bergerak seiring dengan arah mata angin itu terhembus. Pemandangan pagi yang sangat luar biasa dan membuat orang yang melihatnya akan merasa nyaman dan tak ingin beranjak dari sana, ya tentu karena daerah pegunungan yang masih begitu asri dan belum terjamah oleh banyak manusia. Dari kejauhan tampak sepasang suami istri sedang menikmati indahnya kuasa ilahi di pagi hari. Mereka berdua menikmati senyuman mentari dan angin sejuk pegunungan, tanpa sadar mereka menjadi bahan perbincangan orang-orang yang sedang bekerja di ladang.


“ teh. Pengantin baru ya ?” sapa seorang petani.
“ eh iya mang.” Sembari senyum-senyum.
“ pantesan pagi-pagi udah berjemur. Dateng kapan teh?”
“kemarin mang,”
“suaminya kasep pisan teh. Cocok lah pokona mah.”
“iya mang, saya duluan ya, mari”
“mari mang” sahut sang suami.
“iya kang, awas hati-hati jalannya licin!”
“iya mang.siap”

Mereka berdua kembali ke rumah yang tidak jauh dari tempat mereka berjalan pagi.
“ dewi! Ambil pisau dong di dapur!” terdengar ibunya memanggil sangat keras.
“iya ma, sebentar .”  dewi bergegas karena dia tahu ema nya akan marah jika dia tidak segera mendatangkan pisau kepadanya.
“ini ma, emang buat apa sih?”
“buat motong ayam lah wi, itu suami kamu suka naon?”
“ih ema, ngga usah so indonesia ath.”
“kan biar bisa atuh.”
“iya juga sih ma.”
“nya suami kamu seuneung naon?”
“naon bae ge seunenung si aa mah,Tara pilih-pilih.”
“syukur atuh. nya sok  pang masakeun! Manya ema nu kudu masak.”
“nya ma, tenang wae ke terima beres,”

Setelah dewi memasak dan menyiapkan makanan dewi langsung memanggil kedua orang tua dan sang suami tercinta untuk makan bersama. Dewi memasak ayam goreng dengan parutan kelapa goreng kering di atasnya, tidak lupa sambal lalapan serta  kerupuk ada di atas meja makan mereka. Dewi terheran melihat suaminya karen dia makan sangat lahap, seperti baru mencoba masakan sang istri. Selesai makan dewi langsung membereskan meja makan dan mencuci piring. Setelah pekerjaan rumah selesai, dewi menemani sang suami untuk berkeliling kampung halamannya. Banyak sekali orang yang melihat mereka berdua dengan pandangan kagum ada juga yang terlihat seperti tidak suka, ya tentu tidak semua orang akan suka kepada kita pasti akan ada saja orang yang tidak suka. Ada seorang ibu yang sedang menggendong anaknya bertanya kepada dewi ko bisa mendapatkan suami orang kota, dewi hanya menjawab namanya juga jodoh bu. Sembari tersenyum dan terus melanjutkan perjalanan mereka.

“ wi, kamu ngga nyesel kan nikah sama saya?”
“lah, kenapa dewi harus nyesel a kan  dewi menikah sama orang yang dewi cinta.”
“ emang dewi cinta sama saya ?” sedikit meledek dewi.
“ kan dewi udah bilang a. Yang ada a kali yang malu nikah sama dewi.”
“ yahh marah dia, jangan marah sayangku.”
“ ya lagian aa nanya kaya gitu. Dewi malu a, dewi tuh dari kampung terus nikah sama aa yang dari jakarta.”
“ hey, Udah ah malah cemberut gitu. Aa kan cinta sama neng.” Sembari merangkul dewi yang sedang cemnerut.

Selama berjalan-jalan mereka bercanda tawa dan sampai tidak terasa bahwa mereka berdua telah berjalan sangat jauh dan unruk pulang mereka harus menempuh 1jam perjalanan jika mereka berjalan kaki. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk naik ojek, tentu ojekdi sana sangat mahal karena mereka sebagai pendatang pasti para ojek akan menaikan tarif nya. Sesamapai di rumah dewi langsung kena marah orang tuanya karena bermain terlalu jauh, tapi untung nya sang suami tercinta selalu membelanya dan dewi selamat dari amarah kedua orangtuanya.

Mereka menghabiskan waktu di kampung kurang lebih 1 minggu. Karena libur mereka cukup panjang jadi mereka menikmati semuanya. Jika yang lain memilih bulan madu ke luar negri atau ke luar kota mereka memilih kampung halaman yang masih asri. Lari pagi dengan udara yang sangat segar, tidak akan menemukan susana seindah dan sedamai ini di jakarta.
Setelah mereka berdua menikmati libur mereka kembali ke jakarta. Mereka tinggal di sebuah perumahan walaupun terlihat sederhana tapi mereka sangat bersyukur karena mereka bisa tinggal berdua tidak menumpang dengan orangtua lagi.

Dewi dan reza adalah pasangan pengantin baru yang sangat romantis. Coba kalian pikirkan seorang guru menikahi murid nya. Mungkin sedikit aneh tapi itulah perjalanan jodoh mereka berdua.
Dewi adalah murid paling pintar di sekolahnya dulu, dia selalu mengikuti olimpiade-olimpiade dan selalu menjadi juara pertama. Mungkin ini yang di namakan jodoh, dewi dan reza bertemu saat dewi duduk di bangku kelas 1 SMA. Reza selalu membina dan membimbing dewi untuk menjadi seorang bintang, saat itu reza masih magang belum manjadi guru tetap tapi dia sangat pintar dan cerdas jadi dia menjadi pembimbing dewi. Mereka berpisah karena dewi melanjutkan kuliah di semarang, selang beberapa tahun mereka dipertemukan kembali dalam sebuah acara seminar yang di adakan di jakarta. Kebetulan reza menjadi pengisi acara. Selesai acara dewi menyapa reza.

“permisi pak, masih ingat saya?”
“mmm siapa ya?”
“saya dewi anak bimbingan bapak,”
“ ya ampum wi, beda banget ya kamu sekarang. Makin cantik.”
“ih si bapak bisa aja, bapak sekarang ngajar dimana?”
“saya masih di sekolah yang sama. Cuma ya sesekali saya isi acara seminar gitu.”
“ masyaAllah, betah ya pak disana?”
“ iya karena saya sedang menunggu seseorang disana.”
“ wih cinta sejati ya pak? Cieeeee siapa pak, saya tau nih jangan-jangan orang nya,”
“ nanti saya kasih tau kamu ya wi, kalo udah waktunya tepat. Saya permisi dluan ya wi saya ada jam soalnya.”
“ eh iya pak. Makasih ya waktunya.”

Dewi sudah sejak lama mengagumi ketampanan guru matematikanya itu tapi dia tidak menunjukan kalo dia suka karena dia hanya ingin tuhan saja yang tau. Setiap pertemuan dengan reza dewi selalu terlihat bahagia dan sangat bersemangat. Sampai akhirnya mereka harus berpisah dewi sangat kecewa tapi dia selalu yakin jika memang dia jodoh nya maka tuhan akan mempertemukan dia kapan saja. Selama reza meliahat dewi di sekolahnya dulu reza selalu melihat dewi mengajak temannya untuk melaksanak solat dhuha ataupu dhuhur, dan ya bisa dibilang dewi orangnya sangat religius jadi mau tidak mau reza harus belajar merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, awalnya reza melakukan semuanya karena dewi tapi semakin lama dia merasa memang itu yang harus dilakukannya sejak dulu. Reza melakukan banyak perubahan dalam hidupnya, dia terus memantaskan diri agar bisa menjadi pendamping dewi. Raga mereka memang terpisah oleh sebuah jarak dan waktu tapi mereka saling mendoakan satu sama lain supaya mereka dipertemukan diwaktu yang tepat dan sama-sama sudah siap.

Doa bisa mengalahkan sebuah takdir, pada tahun pertama setelah kelulusan dewi mereka berdua dipertemukan kembali dalam sebuah acara amal di daerah solo. Mereka saling menyapa dan pada hari itu juga reza meminta waktu dewi sebentar saja, lalu dia menyampaikan apa yang dia inginkan saat itu, dewi sangat terkejut awalnya tapi dia berusaha tenang karena dia berpikir mungkin ini adalah rencana tuhan untuknya. Dewi tidak langsung memberikan jawaban iya dia meminta waktu untukmenjawabnya. Tentu saja dewi langsung memberitahukan kedua orangtuanya bahwa ada yang ingin melamarnya. Kedua orangtua dewi langsung meng iya kan dan meminta reza datang ke rumahnya untuk melamar dewi. Perjuangan mereka berdua tidaklah singkat tapi mereka yakin akan kekuatan doa yang mampu mengalahkan takdir.
Mereka menikah 3 bulan setelah lamaran karena ada banyak yang harus mereka siapkan,karena mereka beda kota. Acara pernikahan mereka gelar di tempat dewi dengan konsep sederhana namun cukup berkesan acara resepsi di gelar di jakarta.

Sangat kuat ya mereka, saling memendam perasaan yang sama cukup lama namun mereka berusaha dan doa mereka meminta kepada sang pencipta agarmereka dipersatukan ketika mereka benar-benar sudah siap untuk membina rumah tangga. Dan Allah mengabulkan setiap doa mereka, mereka menikah dan dikarunia anak yang begitu lucu dan menggemaskan.
.
.
.
Selesai

Nah apa yang kalian ambil dari kisah ini? Jangan lupa tinggalkan komentar di bawah ya.
Terimakasih






2 komentar:

  1. Jodoh itu bukan karena selalu bersama, tetapi karena berani melamar. Bagus sukak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sekali ka ๐Ÿ˜Š terimakasih telah berkenan membaca goresanku๐Ÿ™

      Hapus

LUKAKU

Andai saja aku bisa memutar waktu, aku tidak ingin terlahir ke dunia ini. menjadi anak pertama sekaligus kaka dari kedua adikku adalah hal y...